fbpx
CeremonialDenpasar

Rayakan Natal, Pendeta Meivi Sampaikan Pesan Natal di Gesba Jemaat Rajawali Denpasar Bali

DENPASAR | suaratabanan.id – Gesba atau Gereja Segala Bangsa Jemaat Rajawali Denpasar Bali menyelenggarakan ibadah perayaan Natal yang berlangsung dengan penuh khidmat di Jalan Tukad Citarum O Nomor 9 D Banjar Kertasari, Desa Panjer, Kota Denpasar, Senin, 25 Desember 2023.

Puncak perayaan Natal ini diwarnai prosesi penyalaan lilin yang dilakukan Pendeta Meivi Marce Margaretha Powa, M.Th., selaku Pimpinan Gesba atau Gereja Segala Bangsa Jemaat Rajawali Denpasar Bali dan seluruh Hamba Tuhan, yang kemudian diteruskan kepada seluruh jemaat yang hadir.

Turut hadir, Ketua DPW PWDPI atau Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia Provinsi Bali, Mujiardi Santoso.

Disebutkan, Natal dirayakan dengan penuh sukacita dalam Damai Allah sebagaimana kelahiran Yesus Kristus ke dunia ini yang membawa sukacita dan damai sejahtera.

“Natal bukan lagi menunggu kelahiran Yesus Kristus, tetapi Natal itu mempersiapkan diri untuk menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya dalam suasana damai, sukacita dan sejahtera dalam kehidupan,” terangnya.

Sementara, dalam khotbah Natalnya, Pdt Meivi Marce Margaretha Powa, M.Th., menyatakan makna tema Perayaan Natal yang memuji Kemuliaan Allah di tempat yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi.

Dikatakan, Tuhan Yesus lahir kedalam dunia, untuk menyelamatkan umat-Nya. Untuk itu, umat manusia siap menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya.

“Bagaimana Tuhan telah lahir ke dunia yang sebenarnya bukan untuk saya dan saudara, tetapi kedatangan Tuhan Yesus Kristus itu itu buat bangsa pilihan Allah, sesuai diambil dari Kitab Yohannes 1 Ayat ke-11,” kata Pdt Meivi dengan semangat berapi-api.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong Royong Warga Desa Adat Juwuk Legi

Disebutkan, kelahiran Yesus Kristus sebenarnya untuk kepentingan umat pilihannya sendiri. Namun, justru umat pilihan Allah sendiri ternyata menolak kelahirannya, sehingga hal itu menjadi sukacita bagi umat yang mengantarnya hingga sampai ke Bukit Joljota.

“Itu sebabnya, saat ini saya dan saudara menjadi bagian dalam keselamatan Allah,” terangnya.

Bahkan, dalam Kitab Efesus 2 Ayat 11 dikatakan, dulunya sebagai bangsa yang jauh dari Tuhan, tetapi ternyata Tuhan justru mendekat dan menjadi penolong bagi umat-Nya yang menyerahkan nyawa di Puncak Joljota, yang dipertegas dalam Kitab Efesus 2 Ayat ke-14.

“Kita perlu bersyukur lewat kelahirannya, saya dan saudara menjadi bagian dalam keselamatan Allah,” tambahnya.

Disebutkan, memang benar kelahiran Tuhan Yesus yang pertama mencari orang yang berdosa. Namun, pada kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya bukan lagi mencari orang berdosa, tapi memisahkan orang berdosa dan orang sempurna yang bertumbuh jiwa dan rohnya, yang akan menjadi bagian keselamatan surga.

“Kedatangan kedua kalinya Tuhan Yesus mencari orang-orang yang sudah sempurna tumbuh jiwa dan rohnya, sekarang diakui kita ada yang belum sempurna. Kita masih banyak cacat celah dan kekurangan. Kalau dijabarkan bagaimana ketidaksempurnaan kita sangat panjang dari atas kepala hingga ke ujung kaki kita banyak cacat celahnya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, semuanya, baik bumi dan langit dijadikan baru yang turun dari surga, sesuai isi Kitab Wahyu ke-21.

Baca Juga:  Gebrakan Inovatif Pemkab Tabanan Gelar Lomba Cipta Menu BJOT

“Untuk menempati bumi baru kita harus hidup baru didalam Tuhan. Kita harus lahir baru didalam Tuhan, sehingga tempat tinggal kita, saya dan saudara berbeda dengan tempat tinggal Allah Bapa, karena Tuhan ada di Sorga,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Kelian Dinas Banjar Kertasari, Desa Panjer, Ketut Sujilan mengucapkan Selamat Hari Raya Natal sebagai Hari Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia. Semoga Natal ini membawa kebahagiaan bagi semua umat.

“Kami ada 635 KK disini. Eksistensi teman-teman Kristiani sangat luar biasa, mengingat toleransi antar umat beragama sangat tinggi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Hari Raya Natal yang berbahagia ini dijadikan momentum menjaga kerukunan dan juga toleransi antar umat beragama demi kesinambungan pembangunan di Banjar Kertasari Panjer.

Apalagi menyambut pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2024, pihaknya juga berharap adanya kebersamaan dan keamanan yang sudah terbangun tetap dijaga dengan baik.

“Sekali lagi, terima kasih atas kesempatan ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024. Semoga Natal ini membawa kedamaian, kebahagiaan dan kebersamaan bagi kita semuanya,” pungkasnya.

Selain pembacaan Firman dan Khotbah, juga dilantunkan puji-pujian lagu Natal. Terakhir, perayaan Natal ini ditutup dengan doa berkat yang dipimpin Pdt Stefanus Lofa yang dilanjutkan pembagian kado kepada para jemaat dan unsur TNI Polri yang telah berhasil mengamankan ibadah perayaan Natal. (ST-ACE).