fbpx
CeremonialGianyar

Wagub Cok Ace Ngaturang Bhakti di Pura Samuantiga 

Mohon Kerahayuan dan Keharmonisan Jagat Bali

GIANYAR | suaratabanan.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, ngaturang bhakti serangkaian Puncak Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Kahyangan Jagat Samuantiga di Desa Adat Bedulu, Gianyar, pada Buda Wage wuku Klawu, Rabu (3/5) malam.

Wagub Bali dalam kesempatan tersebut ngaturang bhakti guna memohon kerahayuan , kerahajengan serta keajegan jagat Bali agar selalu berada dalam perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Terutama untuk senantiasa terjaganya situasi kondusif, keharmonisan dan kerukunan antar masyarakat dan umat beragama yang beragam di Bali. Wagub juga menghaturkan rasa syukur atas semakin membaiknya kondisi Bali pasca pandemi yang ditandai pulihnya perekonomian dan sektor lainnya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong Royong Warga Desa Adat Juwuk Legi

Prosesi piodalan di Pura Samuantiga dimulai dengan Upacara Tawur Panca Rupa sebagai awal dari rangkaian karya Ida Bhatara Turun Kabeh yang dirangkai dengan upacara Padudusan Alit yang puncaknya dilaksanakan Rabu (3/5).

Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut nampak berbaur dengan pamedek yang kebanyakan berasal dari lima desa adat pengempon Pura Samuantiga di antaranya Desa Adat Wanayu Mas, Desa Adat Taman, Desa Adat Bedulu, yang ada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Sedangkan dua desa adat lainnya, yakni Desa Adat Tengkulak Kaja dan Desa Adat Tengkulak Tengah, yang terletak di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Baca Juga:  Gebrakan Inovatif Pemkab Tabanan Gelar Lomba Cipta Menu BJOT

Setelah puncak Karya Padudusan, setiap harinya dilakukan upacara Nganyarin yang melibatkan seluruh desa adat, melalui masing masing pemerintah kabupaten dan kota di Bali, serta pemerintah Provinsi Bali hingga prosesi nyineb pada 15 Mei 2023 mendatang.

Wagub Cok Ace dalam kesempatan tersebut juga nampak bersama sejumlah penglingsir dan tokoh Puri se-jebag Gianyar, serta panitia karya Pura yang jadi cikal bakal terbentuknya Desa Adat dan Pura Kahyangan Tiga di Bali tersebut. (ST-WIN)